Rakor TUK Telematika

Dalam rangka menghadapi Uji Kompetensi Keahlian yang sudah semakin dekat waktunya, LSP Telematika mengadakan rapat koordinasi yang diselenggarakan di SMK Texmaco Semarang pada hari Kamis, 19 Pebruari 2009.

Rapat dihadiri Kepala Sekolah SMK Texmaco Semarang ( Bp. Sukirman, M.Pd), Pimpinan LSP Telematika (Bp. Victor Terinate ) dan perwakilan dari BKSP Jawa Tengah ( Ibu Faizah) serta perwakilan dari sekitar 18 TUK Telematika yang ada di Jawa Tengah.

Rapat kali ini menyatukan langkah, merapatkan barisan dalam menyikapi POS UN yang sempat membuat beberapa pihak saling beradu argumentasi masalah penyelenggaraan Uji Kompetesi berbasis LSP.

Pada kesempatan tersebut, Bp. Sukirman menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah yaitu bahwa Uji Kompetensi Keahlian berbasis LSP boleh dilaksanakan selama tidak melanggar POS UN yang berlaku.

Bapak Victor selaku pimpinan LSP Telematika menekankan perbedaan antara Standar Nasional Pendidikan dengan Standar Kerja Nasional, “dua hal tersebut adalah dua dunia yang sangat berbeda”.

Ibu Faizah selaku wakil dari BKSP Jateng menyatakan bahwa BKSP selalu menghimbau kepada Dinas Pendidikan agar SMK dalam melaksanakan Uji Kompetensi menggunakan LSP yang ada terlebih bagi SMK standar Nasional.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Faizah juga mennyatakan bahwa mayoritas Dunia Usaha/Industri di Indonesia belum bisa mengakui sertifikat kompetensi. Beliau menggunakan istilah PGPS alias Pinter Goblok Penghasilan Sama.

Simpulan rakor yang disampaikan oleh Ibu Ima adalah bahwa untuk Uji Kompetensi Keahlian bidang Telematika dapat menggunakan LSP Telematika untuk memberdayakan TUK yang sudah ada sedangkan untuk penilaian praktik tetap menggunakan instrumen penilaian dari Dinas Pendidikan. Asesor Telematika yang ada di sekolah dapat berfungsi sebagai Asesor Eksternal, sedangkan Asesor Internal adalah guru lain yang sesuai dengan persyaratan.

Iklan